Cara Menghitung Modal, Harga, dan Keuntungan Bisnis Laundry Pemula

Bagi pemula, memulai bisnis laundry sering kali terasa membingungkan, terutama dalam hal perhitungan modal, penentuan harga, dan estimasi keuntungan. Padahal, perhitungan yang tepat sejak awal sangat penting agar usaha laundry dapat berjalan sehat dan menguntungkan. Artikel ini akan membahas cara sederhana dan praktis menghitung modal, harga jasa, serta keuntungan bisnis laundry.

Menghitung Modal Awal Bisnis Laundry

Modal awal bisnis laundry terbagi menjadi dua, yaitu modal investasi dan modal operasional.

Modal investasi meliputi pembelian peralatan utama seperti mesin cuci, mesin pengering, setrika uap, meja setrika, timbangan, dan rak penyimpanan. Selain itu, perlu diperhitungkan juga biaya renovasi ringan tempat usaha serta perlengkapan pendukung lainnya.

Sementara itu, modal operasional mencakup biaya deterjen, pewangi, plastik laundry, listrik, air, serta gaji karyawan untuk satu hingga tiga bulan pertama. Dengan perencanaan sederhana, bisnis laundry pemula dapat dimulai dengan modal yang relatif terjangkau dan disesuaikan dengan skala usaha.

Menentukan Harga Jasa Laundry

Penentuan harga laundry tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Langkah pertama adalah menghitung biaya operasional per kilogram cucian, seperti biaya listrik, air, deterjen, dan tenaga kerja. Setelah itu, tambahkan margin keuntungan yang diinginkan.

Selain biaya internal, pemilik laundry juga perlu melakukan survei harga laundry di sekitar lokasi usaha. Harga yang terlalu tinggi berisiko kehilangan pelanggan, sementara harga yang terlalu rendah dapat menekan keuntungan. Idealnya, harga ditetapkan kompetitif namun tetap memberikan margin yang sehat.

Menghitung Estimasi Keuntungan

Untuk menghitung keuntungan, pemilik laundry perlu memperkirakan kapasitas cucian harian. Misalnya, jika laundry mampu mencuci rata-rata 50 kilogram per hari dengan harga Rp7.000 per kilogram, maka omzet harian mencapai Rp350.000.

Dari omzet tersebut, dikurangi biaya operasional harian untuk mendapatkan laba bersih. Jika dikelola secara konsisten dan efisien, bisnis laundry dapat memberikan keuntungan bulanan yang stabil dan berkelanjutan.

Pentingnya Pencatatan Keuangan

Kesalahan umum pemula adalah tidak melakukan pencatatan keuangan dengan rapi. Padahal, pencatatan sederhana sangat membantu untuk mengetahui arus kas, mengontrol biaya, dan mengevaluasi keuntungan secara berkala.

Dengan catatan keuangan yang tertib, pemilik laundry dapat mengambil keputusan bisnis dengan lebih tepat, seperti kapan menambah mesin atau menaikkan harga jasa.

Kesimpulan

Menghitung modal, harga, dan keuntungan bisnis laundry tidaklah rumit jika dilakukan secara sistematis. Dengan perencanaan modal yang tepat, penetapan harga yang realistis, serta pengelolaan keuangan yang disiplin, bisnis laundry pemula memiliki peluang besar untuk berkembang dan menghasilkan keuntungan jangka panjang.

Ingin memulai bisnis laundry dengan perhitungan matang dan sistem yang siap pakai? Mari bergabung bersama Lumin Laundry dan wujudkan usaha laundry yang profesional dan menguntungkan sejak awal.